Menurut dia, pola komunikasi seperti itu sebelumnya juga sempat diikuti oleh perbaikan sentimen ekonomi dan pasar keuangan.
“Kemudian, kita melihat tidak lama setelah itu terjadi perbaikan dari sisi ekonomi, komunikasi, begitu juga dengan bursa,” katanya.
Tekanan jual di pasar mulai mereda setelah IHSG sempat terkoreksi tajam pada akhir Januari hingga awal Februari.
Pelemahan tersebut dipicu peringatan pengelola indeks global MSCI terkait isu investabilitas dan transparansi struktur kepemilikan emiten di bursa domestik.
Sebelumnya, MSCI menyatakan akan menunda perubahan indeks hingga regulator Indonesia menuntaskan persoalan kepemilikan saham yang dinilai terlalu terkonsentrasi.