Mengutip MT Newswires, Selasa (19/11), ketegangan internasional turut menopang harga minyak setelah Rusia mengecam keputusan AS yang mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh buatan AS untuk menyerang target di Rusia.
"Kerusakan yang dapat ditimbulkan Ukraina pada instalasi energi Rusia dalam beberapa pekan mendatang bisa jadi signifikan,” kata PVM Oil Associates dalam catatannya.
Menurut PVM, ladang minyak Norwegia memang akan kembali beroperasi pada akhirnya, tetapi bagaimana Ukraina akan bereaksi atas lampu hijau dari AS tampaknya masih ambigu.
“Namun, lonjakan harga kemarin jelas didukung oleh perkembangan terbaru," ujar PVM Oil Associates.
Kontrak minyak berjangka berhasil mempertahankan kenaikan hari sebelumnya, meskipun tekanan untuk turun tertahan oleh premi risiko geopolitik yang meningkat.