Bahana Sekuritas melihat terdapat pipeline pembangunan AI factory sekitar 2,4 gigawatt (GW) yang berpotensi menjadi peluang bagi TOTL.
Pipeline tersebut dinilai memberikan ruang bagi perusahaan untuk menangkap pertumbuhan kebutuhan konstruksi seiring ekspansi infrastruktur AI di Indonesia.
Prospek tersebut datang di tengah kinerja keuangan TOTL yang juga menunjukkan pertumbuhan.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, pendapatan usaha TOTL pada semester I-2026 mencapai sekitar Rp2,06 triliun, meningkat 22,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sekitar Rp1,68 triliun.
Laba sebelum pajak tercatat sekitar Rp270,02 miliar, naik dari Rp174,51 miliar pada semester I 2025.