IDXChannel - PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) berpotensi mendapat manfaat dari meningkatnya pembangunan artificial intelligence (AI) factory di Indonesia.
Bahana Sekuritas menilai perubahan kebutuhan infrastruktur komputasi AI dapat membuka peluang baru bagi perusahaan konstruksi tersebut.
Dalam risetnya, Bahana Sekuritas menyebut pembangunan pusat data mulai bergeser menuju fasilitas yang dirancang khusus untuk kebutuhan AI atau AI factories.
Berbeda dengan pusat data konvensional, fasilitas tersebut membutuhkan infrastruktur komputasi dengan kapasitas tinggi untuk menopang penggunaan graphics processing unit (GPU), jaringan berkapasitas padat, serta sistem pendingin yang lebih canggih sepanjang siklus kerja AI.
Perubahan tersebut juga mendorong peningkatan skala proyek. Jika sebelumnya pembangunan pusat data berada pada kisaran puluhan megawatt (MW), fasilitas AI dapat berkembang hingga mencapai ratusan MW.
Bahana Sekuritas melihat terdapat pipeline pembangunan AI factory sekitar 2,4 gigawatt (GW) yang berpotensi menjadi peluang bagi TOTL.
Pipeline tersebut dinilai memberikan ruang bagi perusahaan untuk menangkap pertumbuhan kebutuhan konstruksi seiring ekspansi infrastruktur AI di Indonesia.
Prospek tersebut datang di tengah kinerja keuangan TOTL yang juga menunjukkan pertumbuhan.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, pendapatan usaha TOTL pada semester I-2026 mencapai sekitar Rp2,06 triliun, meningkat 22,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sekitar Rp1,68 triliun.
Laba sebelum pajak tercatat sekitar Rp270,02 miliar, naik dari Rp174,51 miliar pada semester I 2025.
Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai sekitar Rp269,59 miliar, dibandingkan Rp174,55 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja tersebut menunjukkan pertumbuhan laba sekitar 54,6 persen secara tahunan.
Di pasar modal, pergerakan saham TOTL belakangan juga menjadi perhatian.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TOTL ditutup melonjak 8,60 persen ke level Rp1.515 per saham pada Senin (24/8/2026). Dengan demikian, saham TOTL telah menguat 49,26 persen secara year to date (YtD).
Lonjakan harga tersebut sebelumnya telah mendapat perhatian BEI. Dalam surat penjelasan kepada BEI tertanggal 11 Agustus 2026, manajemen TOTL menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek maupun keputusan investasi pemodal.
Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham, serta belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat yang dapat berdampak terhadap pencatatan saham perseroan di Bursa.
TOTL juga menyebut telah melakukan konfirmasi kepada pemegang saham mayoritas dan belum terdapat informasi mengenai transaksi tertentu yang akan dilakukan pemegang saham mayoritas.
Melihat peluang dari pertumbuhan AI factories serta prospek bisnis konstruksi TOTL, Bahana Sekuritas memulai coverage terhadap saham TOTL dengan rekomendasi Buy dan target harga Rp1.930 per unit. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.