Dalam catatannya, Priyanka menyebut harga minyak masih bertahan setelah menguat pada pekan lalu, sementara investor menunggu kejelasan terkait tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump mengenai perkembangan konflik Timur Tengah.
“Harga minyak kini tidak lagi bergerak karena faktor pasokan dan permintaan, melainkan diperdagangkan mengikuti tenggat waktu dan potensi ledakan konflik,” ujarnya, dikutip Dow Jones Newswires.
Ia menambahkan, ketatnya pasokan minyak global mulai terbentuk di balik tekanan sentimen geopolitik yang mendominasi pasar.
“Bahkan kebijakan dominasi energi Washington belum mampu sepenuhnya menutup potensi kehilangan pasokan minyak dari Timur Tengah dalam jangka pendek,” katanya.
Pada perdagangan terbaru, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bulan terdekat naik sekitar 2,3 persen ke USD114,98 per barel.