Gerai compact supermarket menghasilkan omzet bulanan sekitar Rp866 juta, jauh lebih tinggi dibanding minimarket yang berada di kisaran Rp320 juta.
“Secara absolut, gerai compact supermarket mampu memberikan laba kas Rp30 juta hingga Rp45 juta per bulan kepada mitra, dibandingkan Rp6 juta hingga Rp20 juta pada minimarket,” tulis Reinard dalam laporannya.
Ia menambahkan, keunggulan tersebut didorong oleh ukuran keranjang belanja yang lebih besar, variasi produk yang lebih luas, serta efisiensi operasional dari skala pendapatan yang lebih tinggi.
Di sisi lain, Bahana menilai risiko kanibalisasi pada jaringan Alfamart relatif terbatas. Reinard menyebut, perusahaan menerapkan aturan jarak minimum 100 meter antar gerai dengan merek yang sama, sekaligus memperketat seleksi mitra dan lokasi.
Pendekatan ini, kata Reinard, mencerminkan perbaikan strategi ekspansi dibanding periode 2012-2015, ketika ekspansi agresif sempat menekan kinerja.