Ekspansi Alfamart juga kini semakin bergeser ke luar Pulau Jawa. Kontribusi wilayah luar Jawa meningkat dari 31 persen pada 2020 menjadi sekitar 37 persen pada 2025, menunjukkan ruang pertumbuhan yang masih terbuka.
Sementara itu, dampak dari program KDKMP, yakni inisiatif pemerintah untuk membangun jaringan koperasi lokal sebagai pusat distribusi barang kebutuhan pokok, dinilai masih terbatas.
Menurut Reinard, program tersebut belum mampu menandingi standar operasional maupun kelengkapan produk yang dimiliki pemain minimarket besar.
Dari sisi kelayakan investasi, imbal hasil waralaba dinilai moderat. Dengan asumsi kepemilikan properti, tingkat pengembalian internal (IRR) selama 10 tahun berada di kisaran 10 persen dengan periode balik modal sekitar 7,4 tahun.
Angka tersebut dapat meningkat menjadi 13,5 persen dengan periode balik modal 5,4 tahun apabila gerai beroperasi di ruko sewa, berkat kebutuhan investasi awal yang lebih rendah.