Selanjutnya, proyek WTE batch pertama ini diharapkan memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Maret hingga April 2026.
Dalam catatan BRI Danareksa, sejumlah emiten domestik saat ini telah memiliki eksposur terhadap bisnis pembangkit listrik dari sampah.
Di antaranya adalah PT Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk (BIPI), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), serta PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA).
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.38 WIB, saham OASA melonjak 24,10 persen ke Rp484 per unit, PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) melambung 18,49 persen ke posisi Rp284 per unit, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melesat 9,15 persen menjadi Rp895 per unit.
Kemudian, SOFA mendaki 8,89 persen ke Rp490 per unit, IMPC naik tipis 0,60 persen. Sementara, BIPI masih disuspensi oleh bursa.