Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai sentimen seputar Danantara masih lebih banyak digerakkan oleh persepsi pasar ketimbang kepastian kontrak.
“Seperti yang kita ketahui, salah satu project utama Danantara adalah pengelolaan sampah yang menjadi problem sudah bertahun-tahun,” ujar Michael, Senin (19/1).
Namun demikian, ia menegaskan hingga saat ini belum ada kepastian mengenai pihak yang akan mendapatkan kontrak tersebut. “Karena belum ada company yang resmi mendapatkan hal tersebut,” imbu dia.
Dari sisi teknikal, Michael melihat sejumlah saham mulai menunjukkan pergerakan yang menarik. Untuk OASA, ia menilai sinyal penguatan sudah terlihat jelas.
“OASA memiliki pergerakan yang baik terlihat dari teknikal yang break pola bullish pennant dengan target menuju ke 530, support area di 450,” tutur Michael.