IDXChannel - Harga saham PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) naik 11,21 persen pada perdagangan Jumat (28/11/2025) lalu. Kenaikan harga emiten scrap kapal bekas ini terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar pada Senin (1/12/2025).
Manajemen OPMS menyampaikan rencana penambahan 16 lini bisnis baru sebagai langkah diversifikasi yang mencakup sektor perdagangan besar makanan dan minuman, mulai dari gula, kopi, teh, beras, hingga produk olahan daging dan susu. Perseroan menegaskan langkah ini sebagai strategi pertumbuhan berkelanjutan sekaligus bentuk komitmen memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Direktur International Federation of Technical Analyst (IFTA) Indrawijaya Rangkuti menilai, rencana diversifikasi yang jauh berbeda dari bisnis inti OPMS di bidang pengadaan besi bekas memunculkan spekulasi di kalangan investor.
"Rumor yang beredar menyebut OPMS tengah menjadi incaran sejumlah investor strategis, baik dari industri baja maupun mitra bisnis yang berpotensi melakukan kerja sama operasi hingga akuisisi bertahap," katanya, Minggu (30/11/2025).
Pengamat pasar modal itu menambahkan, aksi akumulasi saham OPMS yang terpantau pada perdagangan Jumat lalu semakin memperkuat dugaan adanya pihak besar yang mulai masuk. Pola transaksi yang konsisten dan rapi membuat OPMS menjadi salah satu saham small cap paling ramai diperbincangkan pada akhir pekan.
Menurut Indrawijaya, tercatat buyer dengan volume besar masuk di harga Rp108-Rp112, dengan kenaikan volume didominasi 16 kali lipat dari transaksi hari sebelum nya. Adapun support kuat untuk OPMS berada pada level Rp103, dengan resistance di Rp130-Rp135. resistance kuat berikutnya berada di level 150-155.
“Kalau rumor akuisisi ini benar, OPMS bisa berubah wajah. Kuncinya ada di RUPS 1 Desember 2025 nanti, karena itu bisa jadi momen paling penting bagi OPMS sepanjang tahun ini,” tutur Indrawijaya.
Dengan rencana ekspansi ke 16 lini bisnis baru dan spekulasi investor strategis, OPMS berada di persimpangan penting. Pasar menunggu kepastian dari RUPS mendatang yang diyakini akan menentukan arah transformasi perusahaan ke depan.
Adapun rencana bisnis tersebut mulai dari perdagangan besar gula, cokelat, dan kembang gula, buah-buahan, beras, sayuran, roti, hingga daging sapi.
(Rahmat Fiansyah)