Selain Deng Weiming, pengusaha pertambangan dan perkebunan nasional yang tengah naik daun, Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam, turut memiliki saham PACK sebanyak 21,11 persen.
Menurut riset BRI Danareksa Sekuritas pada Kamis (20/8), transformasi bisnis ke sektor nikel menjadi salah satu katalis utama bagi pergerakan saham PACK.
PACK sebelumnya bergerak di bisnis kemasan plastik, tetapi kini mulai masuk ke rantai bisnis pertambangan dan pengolahan nikel. Perubahan tersebut mulai tercermin pada kinerja keuangan perseroan.
Pada semester I-2026, PACK membukukan laba bersih Rp190,8 miliar, berbalik dari rugi Rp14,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan nikel juga melonjak lebih dari 10 kali lipat secara tahunan menjadi Rp213 miliar.
Selain itu, kontribusi bisnis nikel terhadap kinerja PACK terlihat dari bagian laba entitas asosiasi yang mencapai Rp202,8 miliar.