IDXChannel – Saham emiten pertambangan nikel milik Deng Weiming PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) melesat belakangan ini.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.27 WIB, saham PACK melambung hingga auto rejection atas (ARA) untuk papan akselerasi, yakni 10 persen, ke level Rp352 per unit.
Nilai transaksi mencapai Rp29,87 miliar dan volume perdagangan 84,90 juta saham.
Dalam sepekan, saham PACK melejit 30,37 persen.
Menurut Forbes, Deng Weiming merupakan Chairman CNGR Advanced Material, perusahaan yang memproduksi komponen baterai litium, termasuk yang digunakan pada kendaraan listrik.
CNGR memiliki sejumlah pelanggan besar, di antaranya Tesla dari Amerika Serikat, LG Chem dari Korea Selatan, serta CATL dari China.
Selain Deng Weiming, pengusaha pertambangan dan perkebunan nasional yang tengah naik daun, Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam, turut memiliki saham PACK sebanyak 21,11 persen.
Menurut riset BRI Danareksa Sekuritas pada Kamis (20/8), transformasi bisnis ke sektor nikel menjadi salah satu katalis utama bagi pergerakan saham PACK.
PACK sebelumnya bergerak di bisnis kemasan plastik, tetapi kini mulai masuk ke rantai bisnis pertambangan dan pengolahan nikel. Perubahan tersebut mulai tercermin pada kinerja keuangan perseroan.
Pada semester I-2026, PACK membukukan laba bersih Rp190,8 miliar, berbalik dari rugi Rp14,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan nikel juga melonjak lebih dari 10 kali lipat secara tahunan menjadi Rp213 miliar.
Selain itu, kontribusi bisnis nikel terhadap kinerja PACK terlihat dari bagian laba entitas asosiasi yang mencapai Rp202,8 miliar.
Menurut BRI Danareksa, angka tersebut menunjukkan potensi semakin besarnya kontribusi bisnis baru terhadap kinerja perseroan.
Sentimen terhadap PACK juga diperkuat oleh aksi strategis pemegang saham. Masuknya Haji Isam dengan kepemilikan 21,11 persen, serta posisi PACK sebagai salah satu kendaraan investasi dalam ekosistem bisnis nikel, turut menjadi perhatian investor.
Dari sisi teknikal, PACK juga dinilai telah menembus fase konsolidasi panjang yang disertai peningkatan volume transaksi. Kondisi tersebut mengindikasikan momentum bullish masih terbuka.
Broker tersebut melihat momentum kenaikan PACK berpotensi berlanjut menuju level Rp380, dengan area support berada di kisaran Rp330-Rp333. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.