Sentimen positif juga datang dari penguatan mayoritas bursa Asia yang ditopang kenaikan saham-saham teknologi di Wall Street.
Optimisme tersebut mampu meredam kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya kembali ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Selain itu, pelemahan harga minyak mentah turut memberikan dukungan bagi pergerakan pasar saham.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahannya dan ditutup di level Rp17.881 per USD di pasar spot, menjadi posisi terendah pada Jumat (29/5).
Secara sektoral, saham-saham kesehatan mencatat koreksi terdalam dengan penurunan 1,49 persen. Sebaliknya, sektor infrastruktur menjadi penopang utama indeks setelah menguat 2,89 persen. (Aldo Fernando)