Pada 2018 perseroan membentuk entitas anak berdomisili di Malaysia untuk ekspansi dan mengantisipasi permintaan konstruksi dari negara tersebut. Sampai akhir 2024, perseroan memiliki empat entitas anak.
Wilayah operasional PBSA mencakup Medan, Dumai, Lampung, Banten, Jakarta, Karawang, Bogor, Gresik, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Malaysia.
Lalu siapa pemilik saham PBSA saat ini? Mengutip data Bursa Efek Indonesia, berikut ini adalah informasi kepemilikan di PT Paramita Bangun Sarana Tbk.
Saham PBSA Bergerak di Bidang Apa? Informasi Kepemilikan Sahamnya
Sesuai laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dilaporkan ke bursa pada Januari 2026, per akhir 2025 pengendali saham perseroan adalah PT Ascend Bangun Persada dan PT Sigma Mutiara.
Keduanya memiliki saham masing-masing 1,38 miliar dan 1,12 miliaran, setara dengan 46,15 persen dan 37,56 persen dari total saham terdaftar. Pemegang saham mayoritas berikutnya adalah Bank of Singapore dengan kepemilikan 117 juta saham, atau 3,93 persen.
Adapun masyarakat memiliki saham PBSA sebanyak 370 juta saham, setara 12,34 persen dari total saham terdaftar. Penerima manfaat akhir dari kepemilikan PBSA, atau pemilik perusahaan, adalah Yonggi Tanuwidjaja, Erwin Tanuwidjaja, dan Halim Susanto.
PBSA mencatatkan sahamnya secara perdana di bursa pada 2016 dengan melepas 300 juta saham (20 persen) di harga penawaran Rp1.200 per saham. Dari penawaran perdana ini perseroan mengantongi dana sebanyak Rp360 miliar.
Itulah informasi singkat tentang saham PBSA bergerak di bidang apa.
(Nadya Kurnia)