Manajemen turut mengungkapkan hingga saat ini pemegang saham utama juga belum memiliki rencana terkait perubahan kepemilikan sahamnya di perseroan.
Laba Solid
Sebelumnya, pada 24 Juli 2026, Gajah Tunggal membukukan kinerja yang lebih kuat sepanjang semester I-2026.
Perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih hampir 77 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), ditopang kenaikan penjualan dan perbaikan margin laba kotor.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dirilis perseroan, Senin (3/8/2026), penjualan bersih GJTL naik 5,61 persen YoY menjadi Rp8,99 triliun pada enam bulan pertama 2026, dari Rp8,52 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Seiring pertumbuhan penjualan, beban pokok penjualan hanya meningkat 2,39 persen YoY menjadi Rp7,10 triliun dari Rp6,9 triliun.