Alhasil, laba kotor perseroan melonjak 19,69 persen YoY menjadi Rp1,90 triliun, dibandingkan Rp1,59 triliun pada semester I-2025.
Perbaikan profitabilitas tersebut turut mengerek laba sebelum pajak menjadi Rp1,01 triliun, atau meningkat 73,45 persen YoY dari Rp584,32 miliar.
Setelah dikurangi beban pajak bersih sebesar Rp217,17 miliar, GJTL membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp796,37 miliar, melonjak 76,77 persen YoY dibandingkan Rp450,50 miliar pada semester I-2025.
Sejalan dengan lonjakan laba, laba per saham dasar (EPS) naik menjadi Rp229 per saham dari Rp129 per saham pada semester I-2025, atau tumbuh 77,52 persen YoY.
LKH Rajin Borong GJTL
Lo Kheng Hong tercatat rajin menambah kepemilikan saham GJTL. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), aksi beli terbaru dilakukan pada 28 Juli 2026 sehingga porsi kepemilikannya meningkat menjadi 7,05 persen.