Manajemen RAJA sebelumnya mengumumkan rencana stock split dengan rasio 1:5. Aksi korporasi itu dilakukan untuk meningkatkan likuiditas saham.
Dalam keterbukaan informasi, perseroan akan melakukan pemecahan nilai nominal saham dari Rp25 menjadi Rp5 per saham. Jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari 4,2 miliar saham menjadi 21,1 miliar saham.
Alasan utama stock split tersebut karena perseroan menganggap harga saham RAJA saat ini sebesar Rp4.170 per saham, sudah terlalu tinggi. Harga tersebut mengacu pada penutupan perdagangan kemarin.
"Hal ini mengakibatkan nilai investasi minimum untuk satu lot saham perseroan menjadi kurang terjangkau bagi sebagian investor," katanya.
Untuk memuluskan rencana ini, perseroan telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Juni 2026. Perseroan sebelumnya telah mendapatkan izin prinsip untuk menggelar stock split dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Mei 2026.
(Rahmat Fiansyah)