IDXChannel - Saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) naik tajam pada perdagangan Selasa (3/3/2026). Kenaikan saham ini terjadi setelah mengumumkan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue.
Pada penutupan perdagangan sesi I, saham RMKO melesat 25 persen ke level Rp725 dan menyentuh batas auto reject atas (ARA). Saham emiten kontraktor pertambangan dan penyewaan jasa alat berat itu rebound usai tujuh hari berturut-turut merah.
Sebanyak 591 ribu lot saham RMKO diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp42,2 miliar. Antrean (bid) mencapai hampir 70 ribu lot saham di harga pucuk.
Saham RMKO sempat menembus level Rp1.000 pada 19 Februari 2026 usai mengalami ARA dua hari beruntun. Kemudian, sahamnya terkonsolidasi dan turun hingga 43 persen ke level Rp580 sebelum akhirnya rebound hari ini.
Manajemen RMKO sebelumnya mengumumkan rencana rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 512 juta saham baru. Dengan jumlah itu, potensi penurunan kepemilikan atau dilusi mencapai 29,06 persen.
Rights issue tersebut digelar untuk memperkuat struktur permodalan RMKO. Dana hasil rights issue akan dipakai untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha perseroan.
"Seluruh dana yang diperoleh perseroan dari PMHMETD I ini, setelah dikurangi biaya emisi yang menjadi kewajiban perseroan akan digunakan untuk modal kerja perseroan," kata manajemen RMKO dalam keterbukaan informasi, Senin (2/3/2026).
Rencana ini masih bersifat awal sehingga informasi yang lebih rinci, termasuk harga pelaksanaan dan penggunaan dana disampaikan dalam prospektus. Untuk mewujudkan rencana ini, RMKO juga berencana meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 April 2026.
Namun, penerbitan saham baru tersebut cukup besar mengingat hampir 30 persen dari saham yang beredar saat ini. Dengan asumsi harga pelaksanaan pada penutupan harga kemarin Rp580, perseroan berpotensi meraup dana sekitar Rp300 miliar.
(Rahmat Fiansyah)