Rights issue tersebut digelar untuk memperkuat struktur permodalan RMKO. Dana hasil rights issue akan dipakai untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha perseroan.
"Seluruh dana yang diperoleh perseroan dari PMHMETD I ini, setelah dikurangi biaya emisi yang menjadi kewajiban perseroan akan digunakan untuk modal kerja perseroan," kata manajemen RMKO dalam keterbukaan informasi, Senin (2/3/2026).
Rencana ini masih bersifat awal sehingga informasi yang lebih rinci, termasuk harga pelaksanaan dan penggunaan dana disampaikan dalam prospektus. Untuk mewujudkan rencana ini, RMKO juga berencana meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 April 2026.
Namun, penerbitan saham baru tersebut cukup besar mengingat hampir 30 persen dari saham yang beredar saat ini. Dengan asumsi harga pelaksanaan pada penutupan harga kemarin Rp580, perseroan berpotensi meraup dana sekitar Rp300 miliar.
(Rahmat Fiansyah)