Kepala Laffer Tengler Investments, Nancy Tengler menilai, model bisnis AI SpaceX masih berisiko tinggi. "Penting untuk menyikapi sebagian proyeksi tersebut dengan hati-hati," katanya.
Meski begitu, Tengler tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Dia juga memperkirakan SpaceX berpotensi bergabung dengan Tesla dalam dua tahun ke depan sehingga membentuk perusahaan dengan nilai yang lebih besar dibandingkan jika berdiri sendiri.
"Horizon investasi kami adalah tiga, lima, bahkan sepuluh tahun," ujarnya.
Dalam prospektus IPO, SpaceX menyatakan misinya adalah membangun teknologi yang memungkinkan kehidupan manusia menjadi multiplanet serta menciptakan ekonomi di Bulan dan Mars. Namun, perusahaan mengakui banyak proyek yang sedang dikembangkan masih bergantung pada teknologi yang belum terbukti secara komersial.
Meski penuh ketidakpastian, antusiasme investor tetap tinggi. Kepala Strategi Investasi Wealth Club, Susannah Streeter mengatakan, lonjakan harga saham SpaceX menunjukkan besarnya minat investor terhadap visi Musk.
"Banyak investor tampaknya berbagi antusiasme Elon Musk melihat masa depan," ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)