Dengan demikian, harga saham DSSA nantinya menjadi jauh lebih terjangkau. Harga saham baru ini akan berlaku pada pekan depan, Senin (9/4/2026). "Kita harapkan tanggal 9 (April) nanti lebih likuid," ujar Daniel.
Isu likuiditas DSSA dikabarkan juga dikeluhkan oleh investor institusi, terutama investor asing yang kesulitan mendapatkan saham. Apalagi, DSSA saat ini masuk dalam indeks Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) yang menjadi acuan dana pasif asing.
Daniel mengatakan, berdasarkan aturan Bursa, porsi saham publik (free float) DSSA mencapai 20,4 persen. Dia menegaskan, DSSA selama ini telah mematuhi aturan minimal sebesar 7,5 persen dan rencana aturan baru sebesar 15 persen. Soal batasan free float, DSSA juga senantiasa berdiskusi dengan BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
"Free float kita anggap (di bawah) 5 persen berdasarkan regulasi yang ada. Kalau (kepemilikan saham) 1 persen itu kan disclosure (pengungkapan) saja," ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)