IDXChannel – Deretan saham berkapitalisasi jumbo menjadi pemberat utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga merosot lebih dari 4 persen pada perdagangan Senin (18/5/2026) pagi.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.19 WIB, indeks acuan tersebut terkoreksi tajam 4,03 persen ke posisi 6.452,25. Pada pukul 10.00 WIB, IHSG bahkan sempat turun tajam 4,38 persen ke level 6.428,93.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,80 triliun dengan volume perdagangan 13,68 miliar saham. Sebanyak 703 saham turun, 89 saham naik, dan 167 saham lainnya stagnan.
Tekanan paling besar datang dari saham-saham konglomerasi, emiten teknologi dan petrokimia, hingga bank-bank big cap.
Kelompok saham konglomerat tercatat memimpin pelemahan. Emiten Grup Barito milik Prajogo Pangestu seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ambles hingga auto rejection bawah (ARB) 15 persen, tepatnya 14,88 persen ke Rp3.660 per unit, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 6,56 persen, dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melemah 6,44 persen.