Tekanan di kelompok ini memperbesar beban IHSG mengingat kapitalisasi pasarnya sangat besar.
Dari kelompok konglomerasi lainnya, saham Grup Sinarmas yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) merosot hingga ARB 14,98 persen, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terafiliasi Grup Salim tersungkur 14,59 persen. Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) milik Salim-Agung Sedayu juga turun 4,49 persen.
Tekanan juga datang dari kelompok Bakrie Group. Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 7,79 persen seiring meningkatnya aksi jual pada saham-saham berbasis komoditas dan konglomerasi domestik.
Sementara itu, sektor perbankan big cap ikut memperdalam pelemahan IHSG. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 2,87 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 2,88 persen, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 2,38 persen, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun 3,10 persen.
Koreksi bank-bank jumbo ini signifikan karena memiliki bobot besar dalam pergerakan indeks.