Namun, pada pukul 10.06 WIB, penurunan indeks terpangkas menjadi 2,94 persen ke level 5.430, yang merupakan posisi terendah sejak akhir 2020.
Menurut MNC Sekuritas, koreksi IHSG pagi ini sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa saham global dan regional Asia. Tekanan pasar dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang jauh lebih kuat dari ekspektasi.
Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau higher for longer, sehingga mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.
Dari dalam negeri, sentimen negatif juga datang dari pelemahan rupiah yang terus berlanjut hingga menyentuh level terendah baru di Rp18.165 per USD.
Secara teknikal, kenaikan hari ini dinilai sebagai technical rebound dari area demand di kisaran Rp1.300-Rp1.200. Meski demikian, tren jangka menengah saham TPIA masih berada dalam fase bearish.