Analis teknikal mencermati area Rp1.700-Rp1.800 sebagai resistance terdekat yang berpotensi menjadi penghalang kenaikan berikutnya. Jika mampu ditembus, ruang penguatan dapat terbuka menuju kisaran Rp2.000-Rp2.200.
Sementara itu, area Rp1.300-Rp1.200 menjadi support penting yang perlu dipertahankan. Jika kembali ditembus ke bawah, saham TPIA berisiko menguji area psikologis Rp1.000 yang merupakan salah satu level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Kenaikan juga terjadi setelah pasar mencerna aksi divestasi besar-besaran yang dilakukan pemegang saham utama asal Thailand, SCG Chemicals Public Company Limited.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 5 Juni 2026, SCG Chemicals melepas total 11,83 miliar saham TPIA hanya dalam dua hari. Transaksi tersebut membuat kepemilikan perusahaan menyusut dari 29,38 persen menjadi 15,71 persen.
Sebelum transaksi, SCG Chemicals memiliki 25,42 miliar saham TPIA. Setelah penjualan, kepemilikannya tersisa sekitar 13,59 miliar saham.