Mengingat ada PSAK baru dan restatement maka laba terlihat turun. Namun menurut Kharel, sebenarnya jika ekspektasi investor adalah dividen seharusnya kemampuan TUGU membayar dividen baik secara nominal maupun yield masih sangat atraktif.
“9 bulan laba sudah Rp595 miliar, ini sudah 85 persen dari laba full year 2024. Ada harapan laba TUGU di 2025 bisa tembus Rp700 miliar dan jika payout ratio tetap 40 persen maka potensi yield saat ini di 6,3 persen. Ini masih sangat atraktif meski harga sahamnya sudah naik," kata Kharel.
(kunthi fahmar sandy)