“Pasar saat lalu sempat dilanda euphoria dengan IHSG tahun lalu catat return 23 persen dan kalau dilihat valuasi saham TUGU masih sangat terdiskon. Kalau IHSG valuasinya 2,6x Price to Book Value/PBV, sektor keuangan 1,6x PBV, TUGU hanya 0,4x PBV. Jadi wajar kalau re-rating," tuturnya dalam riset (12/2/2026).
Menurutnya gap valuasi antara saham TUGU dengan sektor maupun pasar secara keseluruhan yang terlampau jauh membuat saham TUGU menjadi semakin menarik di mata investor.
Ia juga menuturkan kinerja pasar saham domestik yang naik signifikan sehingga secara valuasi sudah ke area zona premium membuat investor lebih melirik saham-saham dengan valuasi lebih rasional dan terdiskon sebagai antisipasi jika terjadi koreksi.
Hal ini juga yang membuat likuiditas perdagangan saham TUGU melonjak di awal tahun.
Sebagai gambaran, rata-rata nilai perdagangan saham TUGU secara harian di tahun 2025 mencapai Rp3,5 miliar. Namun di sepanjang tahun 2026, rata-rata nilai transaksi per harinya tembus Rp8,5 miliar atau melonjak lebih dari 2x.