Perseroan juga tengah menyiapkan peluncuran bus listrik berukuran 8 meter pada 2026 untuk melengkapi portofolio produknya.
Kehadiran model baru tersebut dinilai dapat memperluas peluang VKTR mengikuti tender maupun memenuhi kebutuhan operator transportasi.
Selain bisnis bus listrik, Samuel juga melihat prospek truk listrik (e-truck) semakin menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan sektor pertambangan dan perkebunan yang mulai menjalankan agenda dekarbonisasi.
Di sisi lain, VKTR juga tengah mempersiapkan penambahan modal melalui rights issue.
Perseroan akan menerbitkan hingga 25 miliar saham baru dengan rasio tujuh saham lama memperoleh empat HMETD.