IDXChannel - Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melesat hingga menyentuh auto rejection atas (ARA) 25 persen pada perdagangan Senin (13/7/2026).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.09 WIB, saham VKTR melambung 25,00 persen menjadi Rp650 per unit. Nilai transaksi mencapai Rp77,49 miliar dan volume perdagangan 127,3 juta saham.
Antrean beli di harga ARA tercatat sebanyak 57.217 lot atau setara dengan Rp3,72 miliar.
Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai, pada Senin, VKTR telah mengonfirmasi pembalikan arah (reversal) setelah berhasil menembus (breakout) level neckline di 550 yang sebelumnya menjadi area resistance penting.
Breakout tersebut didukung lonjakan volume transaksi, sehingga memperkuat validitas penguatan dan membuka peluang kenaikan lanjutan menuju area 616 hingga 656.
Selain itu, harga saham telah bergerak di atas garis moving average (MA) 20 dan bertahan di atas level neckline 550.
Momentum juga diperkuat oleh indikator MACD yang menunjukkan sinyal bullish dengan histogram positif yang semakin melebar.
BRI Danareksa menetapkan area support pada 550-557, sementara resistance berada di level 616 dan 648-656, dengan batas stop loss apabila harga kembali turun di bawah 550.
Dari sisi fundamental, prospek emiten Grup Bakrie tersebut turut ditopang rencana pengadaan sekitar 350 unit bus listrik TransJakarta pada 2026, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tender tersebut diperkirakan terdiri atas 200 unit bus listrik berukuran 12 meter dan 150 unit bus berukuran 8 meter.
Samuel Sekuritas dalam risetnya pada 26 Juni 2026 menilai VKTR menjadi salah satu kandidat terkuat untuk memenangkan tender tersebut berkat kemitraannya dengan produsen kendaraan listrik asal China, BYD.
Perseroan diperkirakan berpeluang memperoleh kontrak sekitar 90-100 unit bus listrik atau setara pangsa pasar 25-30 persen, didukung tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 40 persen.
Pada tender 2025, VKTR berhasil memperoleh kontrak pengadaan 80 unit bus listrik. Sebanyak 50 unit telah dibukukan sebagai penjualan, sedangkan 30 unit sisanya telah dikirim pada kuartal I-2026.
Samuel Sekuritas memperkirakan bisnis bus listrik akan menyumbang pendapatan sekitar Rp268 miliar pada 2026 dengan asumsi penjualan sekitar 70 unit.
Saat ini, armada bus listrik VKTR yang telah beroperasi mencapai sekitar 165 unit dengan masa operasional hampir 50 bulan dan rata-rata menempuh jarak sekitar 210 kilometer per hari.
Perseroan juga tengah menyiapkan peluncuran bus listrik berukuran 8 meter pada 2026 untuk melengkapi portofolio produknya.
Kehadiran model baru tersebut dinilai dapat memperluas peluang VKTR mengikuti tender maupun memenuhi kebutuhan operator transportasi.
Selain bisnis bus listrik, Samuel juga melihat prospek truk listrik (e-truck) semakin menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan sektor pertambangan dan perkebunan yang mulai menjalankan agenda dekarbonisasi.
Di sisi lain, VKTR juga tengah mempersiapkan penambahan modal melalui rights issue.
Perseroan akan menerbitkan hingga 25 miliar saham baru dengan rasio tujuh saham lama memperoleh empat HMETD.
Apabila seluruh saham baru diterbitkan, pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya berpotensi mengalami dilusi hingga 36,36 persen.
Berdasarkan prospektus terbaru, cum rights di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 28 Juli 2026, sedangkan perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 3-7 Agustus 2026.
Sekitar 80 persen dana hasil rights issue akan disalurkan sebagai penyertaan modal kepada PT Sarana Ekomobilitas Indonesia untuk mendukung pengembangan bisnis kendaraan listrik melalui pembelian kendaraan dari VKTR sepanjang 2026-2027.
Sementara, 20 persen sisanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.