WBSA sebelumnya melepas saham kepada publik (free float) sebesar 20,15 persen yang mana saat ini masih bertahan di level 20,75 persen. Mengacu data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PT Tiga Beruang Kalifornia selaku pemegang saham pengendali memiliki 79,01 persen saham WBSA.
Kemudian ada tiga entitas asal Singapura yang terdaftar sebagai pemegang saham WBSA, yakni Caerdydd Investment (private equity) 4,87 persen, Lion Trust 4,11 persen, dan Zico Trust 3,74 persen. Kepemilikan tiga entitas tersebut ditambah pengendali mencapai 91,73 persen dari total saham yang beredar.
Penurunan saham WBSA pada hari ini merupakan yang ketiga kalinya secara berturut-turut. Kondisi tersebut terjadi setelah saham itu menyentuh batas auto reject atas (ARA) berjilid-jilid.
Meski sahamnya ARB, kenaikan harganya sejak IPO pada 10 April lalu mencapai hampir 600 persen. Kendati demikian, investor harus mengantre keluar dengan lebih dari 440 ribu lot memasang pada harga ARB.
(Rahmat Fiansyah)