IDXChannel - Saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) kembali menyentuh batas auto reject bawah (ARB) saat sesi I perdagangan Senin (11/5/2026). Saham WBSA melemah Rp130 atau 10 persen ke Rp1.175.
Saham emiten logistik tersebut kembali tertekan setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan saham WBSA sebagai saham dengan tingkat kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi alias High Shareholding Concentration (HSC).
Bursa melakukan penelusuran atas struktur kepemilikan saham WBSA dalam bentuk warkat dan tanpa warkat pada 7 Mei 2026. Hasilnya, saham WBSA yang dikuasai sejumlah pemegang saham tertentu secara agregat mencapai 95,82 persen.
"Pengumuman ini tidak serta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di pasar modal," kata Direktur BEI, Kristian Manullang.
Saham WBSA saat ini berada di papan pemantauan khusus sehingga diperdagangkan dengan skema full-call auction (FCA). Hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 54 ribu lot saham diperjualbelikan dengan nilai transaksi Rp6,3 miliar.
WBSA sebelumnya melepas saham kepada publik (free float) sebesar 20,15 persen yang mana saat ini masih bertahan di level 20,75 persen. Mengacu data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PT Tiga Beruang Kalifornia selaku pemegang saham pengendali memiliki 79,01 persen saham WBSA.
Kemudian ada tiga entitas asal Singapura yang terdaftar sebagai pemegang saham WBSA, yakni Caerdydd Investment (private equity) 4,87 persen, Lion Trust 4,11 persen, dan Zico Trust 3,74 persen. Kepemilikan tiga entitas tersebut ditambah pengendali mencapai 91,73 persen dari total saham yang beredar.
Penurunan saham WBSA pada hari ini merupakan yang ketiga kalinya secara berturut-turut. Kondisi tersebut terjadi setelah saham itu menyentuh batas auto reject atas (ARA) berjilid-jilid.
Meski sahamnya ARB, kenaikan harganya sejak IPO pada 10 April lalu mencapai hampir 600 persen. Kendati demikian, investor harus mengantre keluar dengan lebih dari 440 ribu lot memasang pada harga ARB.
(Rahmat Fiansyah)