AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24965.55
0.05%
+13.20
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
0.00
-100%
-16818.98
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Sambut Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp14.452 per USD

MARKET NEWS
Advenia Elisabeth/MPI
Jum'at, 20 Agustus 2021 18:00 WIB
Mata uang rupiah ditutup melemah 50 point di level Rp14.452 atas dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan akhir pekan ini.
Rupiah kembali melemah pada perdagangan sore ini (Ilustrasi)
Rupiah kembali melemah pada perdagangan sore ini (Ilustrasi)

IDXChannel - Mata uang rupiah ditutup melemah 50 point di level Rp14.452 atas dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan akhir pekan ini. Melemahnya nilai tukar Indonesia dipacu oleh respon negatif pasar terhadap rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang mengalami defisit.

Pengamat Rupiah Ibrahim Assuaibi mengatakan Bank Indonesia (BI) melaporkan NPI pada kuartal II-2021 berada di posisi defisit USD400 juta.

Adapun hal itu dinilai buruk jika dibandingkan pada kuartal sebelumnya yang surplus hingga mencapai USD4,1 miliar. NPI terdiri dari dua pos besar yaitu transaksi berjalan (current account) serta transaksi modal dan finansial.

“Defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang besar tidak mampu ditutup oleh pos transaksi modal dan finansial yang surplus USD1,92 miliar pada kuartal II-2021,” terang Ibrahim dalam keterangan resminya, Jumat (20/8/2021).

Sementara, lanjut dia, transaksi berjalan mengalami defisit USD2,23 miliar atau 0,77% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Capaian tersebut lebih dalam dibandingkan kuartal sebelumnya yang minus USD1,06 miliar (0,38% PDB).

Meski transaksi berjalan mengalami defisit dalam 2 kuartal beruntun, tetapi menurut Ibrahim, hal tersebut memberikan gambaran roda perekonomian dunia yang kembali berputar. Dibandingkan ketika surplus pada kuartal III dan IV-2020, saat itu roda perekonomian nyaris terhenti akibat penerapan pembatasan sosial hingga lockdown di berbagai negara.

“Sedangkan untuk perdagangan minggu depan tepatnya senin, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.450-Rp14.500,” tutupnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD