sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

MUI Minta Masyarakat Tunggu Sidang Isbat, Idulfitri 2026 Berpotensi Beda? 

News editor Binti Mufarida
19/03/2026 07:40 WIB
MUI mengimbau masyarakat menunggu hasil keputusan Sidang Isbat yang digelar oleh pemerintah.
MUI Minta Masyarakat Tunggu Sidang Isbat, Idulfitri 2026 Berpotensi Beda? 
MUI Minta Masyarakat Tunggu Sidang Isbat, Idulfitri 2026 Berpotensi Beda? 

IDXChannel - Idulfitri 1447 Hijriah berpotensi berbeda antara pemerintah dengan Muhammadiyah. Meski begitu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun mengimbau masyarakat menunggu hasil keputusan Sidang Isbat yang digelar oleh pemerintah pada Kamis (19/3/2026).

PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H bertepatan dengan tanggal 20 Maret 2026. Sementara PP Persis telah menetapkan 1 Syawal 1447 H bertepatan dengan 21 Maret 2026.

Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat di Kantor Kemenag Thamrin, Jakarta Pusat. Namun demikian, menyikapi potensi perbedaan ini, umat Islam juga diajak untuk saling menghormati.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, mengatakan, posisi hilal secara umum di Indonesia berdasarkan perhitungan ilmu falak, pada Kamis 19 Maret 2026 terjadi ijtima' (pertemuan matahari dan bulan) pada pukul 08.25 WIB.

Setelah matahari terbenam pada hari itu, lanjutnya, hilal sudah berada di atas ufuk, tetapi ketinggiannya masih rendah.

Kiai Cholil menjelaskan, di banyak wilayah Indonesia tinggi hilal hanya sekitar 1-2 derajat dan bertahan sekitar 10 menit setelah matahari terbenam, sehingga secara umum sangat sulit untuk terlihat dengan mata.

“Kondisi paling tinggi berada di Aceh karena wilayah yang posisi hilalnya paling baik di Indonesia adalah Aceh, dengan tinggi hilal sekitar 2°51' dan elongasi sekitar 6°09',” kata Kiai Cholil dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (19/3/2026).

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement