sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

MUI Minta Masyarakat Tunggu Sidang Isbat, Idulfitri 2026 Berpotensi Beda? 

News editor Binti Mufarida
19/03/2026 07:40 WIB
MUI mengimbau masyarakat menunggu hasil keputusan Sidang Isbat yang digelar oleh pemerintah.
MUI Minta Masyarakat Tunggu Sidang Isbat, Idulfitri 2026 Berpotensi Beda? 
MUI Minta Masyarakat Tunggu Sidang Isbat, Idulfitri 2026 Berpotensi Beda? 

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menerangkan, hal tersebut menandakan bulan memang sudah berada di atas ufuk dan jaraknya dari matahari juga sudah mulai terbuka.

“Sehingga secara teori ada kemungkinan untuk terlihat, tetapi kondisinya masih sangat tipis,” katanya.

Lebih lanjut, Cholil menjelaskan, saat ini di Indonesia menggunakan imkanur rukyat MABIMS, yakni standar penentuan awal bulan Hijriyah baru yang disepakati oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Dalam kriteria imkanur rukyah MABIMS, minimal tinggi hilal 3° dan elongasi 6,4° agar secara ilmiah dianggap memungkinkan terlihat. Sementara di Aceh, hasil hisab menunjukkan tinggi 2,51° dan elongasi 6,09°, sehingga masih sedikit di bawah kriteria tersebut.

“Karena selisihnya sangat kecil, para perukyat tetap melakukan pengamatan, tetapi kemungkinan terlihatnya masih sangat tipis,” katanya.

Dengan demikian secara hisab, Kiai Cholil menerangkan, hilal sudah berada di atas ufuk, namun hampir di seluruh Indonesia masih rendah. Bahkan di Aceh yang paling tinggi pun masih sedikit di bawah batas kriteria imkanur rukyah.

“Oleh karena itu, penentuan awal Syawal tetap menunggu hasil rukyat di lapangan dan keputusan Sidang Isbat pemerintah,” tegasnya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement