IDXChannel – PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) bersiap memasuki fase pertumbuhan baru setelah mendapat dukungan dari sejumlah investor strategis yang memiliki pengalaman luas dalam membangun bisnis berskala nasional maupun regional.
Salah satu investor yang akan berpartisipasi dalam aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement MUTU adalah pengusaha nasional, Sandiaga Salahuddin Uno.
Partisipasi investasi tersebut dilakukan melalui PT Samala Serasi Utama (SSU) dan PT Bumi Hijau Sedaya.
PT Samala Serasi Utama merupakan perusahaan investasi yang terafiliasi dengan Sandiaga Salahuddin Uno bersama mitra bisnisnya, Tsamanov.
Selain Sandiaga Uno, aksi korporasi ini juga mendapat dukungan dari investor strategis lainnya, yaitu Ridzki D. Kramadibrata yang dikenal sebagai mantan Chief Executive Officer Grab Indonesia dan pernah menjabat sebagai Chief Operating Officer AirAsia Indonesia.
Kehadiran para investor strategis tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap prospek pertumbuhan MUTU sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Testing, Inspection, Certification, Verification, and Assurance (TICVA).
Menurut Sandiaga Uno, kebutuhan terhadap layanan sertifikasi, verifikasi, dan assurance akan terus meningkat seiring transformasi industri global yang semakin menitikberatkan aspek keberlanjutan, transparansi, dan tata kelola.
"Kami melihat MUTU sebagai institusi yang memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan di Indonesia" ujar Sandiaga Uno dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Seiring meningkatnya tuntutan pasar terhadap aspek ESG, MUTU dinilai berada pada posisi yang tepat untuk menangkap berbagai peluang pertumbuhan baru. Selain memperkuat bisnis inti pada sektor sertifikasi dan assurance, perusahaan juga melihat potensi ekspansi yang signifikan pada sektor halal dan food & beverage (F&B;).
Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki kebutuhan yang terus meningkat terhadap layanan sertifikasi halal yang kredibel dan diakui secara internasional. Di saat yang sama, industri F&B; nasional juga berkembang pesat dan membutuhkan dukungan sistem sertifikasi, inspeksi, serta assurance yang mampu meningkatkan daya saing produk di pasar domestik maupun global.
MUTU juga terus memperkuat posisinya dalam ekosistem karbon nasional. Sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) pertama di Indonesia yang terakreditasi KAN (LVV-001-IDN), sekaligus salah satu dari sedikit LVV yang aktif beroperasi di ruang lingkup Nilai Ekonomi Karbon (NEK), MUTU menempati posisi strategis di jantung pasar karbon nasional.
(kunthi fahmar sandy)