AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Santer Dikabarkan Bakal Merger dengan XL Axiata (EXCL), Ini Jawaban FREN

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Kamis, 14 Oktober 2021 07:59 WIB
T Smartfren Telecom Tbk (FREN) menegaskan belum adanya kesepakatan soal merger dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL).
Santer Dikabarkan Bakal Merger dengan XL Axiata (EXCL), Ini Jawaban FREN (Dok.MNC Media)

IDXChannel - PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) menegaskan belum adanya kesepakatan perihal kabar yang menyebut Perseroan akan melakukan merger dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Direktur Smartfren Telecom, Antony Susilo mengatakan, pihaknya terbuka untuk berkonsolidasi dengan pelaku industri lain yang bertujuan untuk efisiensi operasional, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

"Namun demikian sampai dengan saat ini belum ada kesepakatan mengenai hal yang bisa diumumkan kepada publik dan FREN akan mematuhi aturan yang berlaku mengenai keterbukaan informasi," ujar Antony dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis (14/10/2021).

Selain itu, dalam kesempatan yang sama dia juga menjawab terkait adanya kabar yang menyebut Smartfren Telecom akan mendapat suntikan modal dari Alibaba Group.

Antony menyebut bahwa pihaknya belum memiliki kesepakatan apa pun dengan pihak lain. Namun sebagai perusahaan publik, pihaknya terbuka untuk investor lokal dan global yang ingin berkolaborasi.

"Bagi FREN jika dapat berkolaborasi dengan investor global diharapkan akan membuka kesempatan untuk berkembang yang lebih pesat. Namun sampai dengan saat ini belum ada kesepakatan mengenai yang ini yang bisa diumumkan," kata dia.

Adapun isu konsolidasi XL Axiata dan Smartfren ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg. Berdasarkan sumber anonim, induk kedua perusahaan, yakni Axiata Group Bhd dan Sinar Mas Group disebut tengah melakukan penjajakan mengenai kemungkinan merger layanan milik mereka di Indonesia. Kabar merger tersebut muncul tak lama setelah Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 (Tri) Indonesia bergabung.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD