IDXChannel - Sejarah Saham TINS (PT Timah Tbk) dimulai pada tanggal 27 September 1995, saat TINS memperoleh persetujuan dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO).
Sejarah Saham TINS
PT Timah (Persero) Tbk melakukan penawaran umum perdana (IPO) di pasar modal Indonesia dan internasional dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, dan the London Stock Exchange pada 19 Oktober 1995. Sejak itu, sebesar 35% saham perusahaan dimiliki oleh masyarakat Indonesia dan juga warga negara asing, dan sebesar 65% sahamnya masih dimiliki oleh Negara Republik Indonesia.
Untuk mendukung pertumbuhan strategi melalui diversifikasi bisnis, PT Timah (Persero) Tbk mereorganisasi kelompok perusahaan pada tahun 1998, dan juga membagi operasi perusahaan menjadi tiga anak perusahaan, memperluas area bisnis ke pertambangan, industri, teknik mesin hingga perdagangan.
Saat ini PT Timah Tbk dikenal sebagai produsen timah terbesar di dunia, perusahaan ini terus mengandalkan keterampilan dan pengembangannya seiring dengan ekspansinya di luar penambangan timah.
Pada 30 Juni 2020, perusahaan secara resmi mengalihkan saham mayoritasnya kepada PT. RS PT Bakti Timah yang mengelola dua RS Bakti Timah di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Barat sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menyatukan kepemilikan seluruh rumah sakit negara atau milik BUMN.
Beberapa wilayah Indonesia seperti Bangka, Belitung, Singkep, Karimun dan Kundur merupakan tempat penambangan timah. Pada masa kolonial, Indonesia memiliki tambang timah di Bangka yang dioperasikan oleh pemerintah kolonial Banka Tin Winning Bedrijf (BTW).
Di wilayah Belitung dan Singkep, pertambangan dikelola oleh perusahaan swasta Belanda, yaitu Gemeenschappelijke Mijnbouw Maatschappij Billiton (GMB) di Belitung dan NV Singkep Tin Exploitatie Maatschappij (NV SITEM) di wilayah Singkep.