"Adjusted EBITDA yang tetap positif sepanjang semester I-2026 mencerminkan kemajuan berkelanjutan dari transformasi yang kami jalankan. Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap berfokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen," ujar Victor dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).
Segmen Gaming kembali menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan perseroan. Pada kuartal II-2026, segmen ini membukukan pendapatan sebesar Rp1,39 triliun. Secara kumulatif, pendapatan Gaming selama semester I-2026 tumbuh 42 persen menjadi Rp3,5 triliun, didorong oleh pengembangan bisnis internasional.
Selain mencatat pertumbuhan pendapatan, segmen Gaming juga mempertahankan profitabilitas dengan membukukan Adjusted EBITDA positif sebesar Rp7 miliar pada kuartal II-2026.
Pertumbuhan pendapatan dari segmen Gaming ditopang oleh tingginya permintaan produk virtual seperti mata uang dalam video game (in-game currency) dan voucher.
Sementara itu, segmen Mitra Bukalapak membukukan pendapatan sebesar Rp152 miliar pada kuartal II-2026, turun dibandingkan Rp188 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk lebih selektif dalam memilih produk dan berfokus pada kategori dengan margin yang lebih tinggi.