Strategi tersebut turut memengaruhi pendapatan semester I-2026 yang turun 27 persen dibandingkan semester I-2025. Namun, langkah tersebut berhasil meningkatkan kualitas bisnis, tercermin dari margin kontribusi yang tumbuh 48 persen menjadi Rp29 miliar pada kuartal II-2026.
Perbaikan profitabilitas juga terlihat dari Adjusted EBITDA segmen Mitra yang berbalik positif menjadi Rp8 miliar, dibandingkan negatif Rp9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun segmen Investment melalui BMoney melanjutkan kinerja positif dengan mencatat pertumbuhan pendapatan 68 persen secara tahunan menjadi Rp44 miliar pada semester I-2026, dari Rp26 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Margin kontribusi segmen ini meningkat 62 persen menjadi Rp15 miliar, didukung oleh pertumbuhan assets under management (AUM) yang telah melampaui Rp6 triliun.
Segmen Retail mencatatkan pendapatan sebesar Rp60 miliar pada kuartal II-2026. Perseroan terus menjalankan strategi optimalisasi portofolio produk, pengelolaan persediaan, serta ekspansi jaringan gerai secara selektif. Sebagai konsekuensi dari strategi tersebut, pendapatan Retail pada semester I-2026 tercatat Rp139 miliar, turun 14 persen dibandingkan Rp162 miliar pada semester I-2025.
Victor mengatakan perkembangan positif di berbagai segmen bisnis menunjukkan transformasi yang dijalankan erseroan berada di jalur yang tepat.