IDXChannel - PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) mencetak kinerja konsisten pada 2025 dengan membukukan laba bersih Rp1,13 triliun. Angka tersebut tumbuh 9,8 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp1,02 triliun.
Peningkatan laba perusahaan komponen otomotif tersebut didukung oleh penjualan bersih SMSM sepanjang tahun lalu yang mencapai Rp5,34 triliun. Capaian tersebut meningkat 3,4 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp5,16 triliun.
Penjualan untuk pasar dalam negeri turun 7,8 persen menjadi Rp1,9 triliun. Sementara penjualan pasar luar negeri meningkat 10,7 persen menjadi Rp3,45 triliun, sehingga membuat penjualan secara keseluruhan tetap positif.
Dari sisi segmentasi, penjualan produk filter yang menjadi tulang punggung utama tumbuh 5,1 persen menjadi Rp4,06 triliun. Senada, penjualan radiator naik 8,9 persen menjadi Rp592 miliar.
Segmen trading juga meningkat 4,1 persen menjadi Rp1,66 triliun. Sementara, segmen karoseri anjlok 46 persen menjadi Rp144 miliar dan distribusi turun 6,6 persen menjadi Rp212 miliar.
SMSM itu juga mampu menjaga profitabilitas di tengah tantangan industri otomotif. Laba kotor naik 3,3 persen menjadi Rp1,98 triliun dengan laba usaha mencapai Rp1,50 triliun, tumbuh 9,3 persen. Margin laba bruto, laba usaha, dan laba bersih masing-masing mencapai 37 persen, 28 persen, dan 21 persen.
Manajemen SMSM menyatakan, perseroan menghadapi tantangan baik dari dinamika perdagangan global, perubahan pola permintaan pasar, hingga meningkatnya persaingan di industri otomotif. Sejumlah faktor seperti kebijakan tarif global hingga lonjakan impor truk CBU (Completely Built Up) menekan segmen karoseri SMSM.
Dalam menghadapi dinamika tersebut, perseroan berkomitmen memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan biaya, efisiensi secara berkelanjutan, alokasi modal yang pruden, serta diversifikasi pasar ekspor.
"Didukung oleh penerapan tata kelola perusahaan yang kuat, rantai pasok yang tangguh, serta komitmen jangka panjang terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan, perseroan terus memperkuat ketahanan usahanya sekaligus menciptakan nilai jangka panjang dan Total Shareholders Return yang berkelanjutan bagi para pemegang saham," katanya melalui keterangan resmi dikutip Selasa (17/3/2026).
Memasuki tahun 2026, dinamika geopolitik terkait perang antara Iran dan AS juga menjadi tantangan bagi perseroan. Namun, SMSM tetap memandang prospek usaha secara konstruktif.
"Dengan posisi keuangan yang solid, kehadiran pasar internasional yang luas, serta pengalaman puluhan tahun dalam menghadapi berbagai siklus industri, perseroan optimistis dapat mempertahankan ketahanan bisnis sekaligus menangkap peluang pertumbuhan yang berkelanjutan," ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)