Analis RBC Helima Croft menuturkan bahwa para pemimpin Timur Tengah telah memperingatkan Washington bahwa perang terhadap Iran dapat mendorong harga minyak melonjak di atas USD100 per barel. Analis Barclays juga menyebut harga bisa mencapai USD100.
Ekonom Energi, Rystad Jorge Leon, mengatakan meski ada infrastruktur alternatif yang dapat digunakan untuk menghindari Selat Hormuz, dampak bersih dari penutupan jalur tersebut diperkirakan menyebabkan kehilangan pasokan minyak mentah sebesar 8 juta hingga 10 juta barel per hari, bahkan setelah sebagian aliran dialihkan melalui pipa East-West Arab Saudi dan pipa Abu Dhabi.
Rystad memperkirakan harga akan naik sekitar USD20 menjadi sekitar USD92 per barel saat perdagangan dibuka.
Krisis Iran juga mendorong pemerintah dan kilang di Asia untuk mengevaluasi cadangan minyak serta mencari rute dan pasokan alternatif.
(NIA DEVIYANA)