Untuk merealisasikan komitmen tersebut, pemerintah diyakini harus mengambil langkah kompensasi atau bauran kebijakan sebesar 0,3 persen dari PDB. Langkah tersebut termasuk pemangkasan pengeluaran di sektor lain serta potensi pengenaan pajak “durian runtuh” (windfall taxes) kepada eksportir komoditas unggulan Tanah Air.
Laju PDB Indonesia 2026 diproyeksikan melambat ke level 4,7 persen pada 2026, sebelum kembali pulih ke level 5,0 persen pada 2027. Pelemahan laju pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya biaya energi dan tingginya ketidakpastian kebijakan yang diperkirakan akan membebani konsumsi maupun investasi, di tengah proyeksi pelemahan pasar tenaga kerja.
Sementara itu, laju inflasi diproyeksikan akan merangkak naik ke posisi 3,4 persen pada 2026. Kenaikan ini dipicu oleh transmisi bertahap dari tingginya harga energi global ke harga-harga domestik, meskipun pemerintah saat ini masih membekukan harga bahan bakar bersubsidi.
Dari eksternal, komando militer gabungan tertinggi Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada Kamis, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial, dengan mengatakan bahwa setiap kapal yang mencoba melewatinya akan ditembak. Blokade Iran selama berbulan-bulan terhadap selat tersebut, yang biasanya dilalui seperlima dari pengiriman minyak dan gas global, telah membuat harga minyak tetap tinggi.
Namun, militer AS mengatakan kapal komersial terus melintas masuk dan keluar dari selat tersebut. Mereka juga mengatakan tidak ada kapal perang AS yang terkena serangan di selat tersebut, setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa kapal-kapal AS di dekat jalur air tersebut menjadi sasaran rudal dan drone.