“Risiko-risiko yang membayangi pasar dinilai sudah banyak tercermin (priced in) dalam harga saham,” tulis Willinoy dan tim.
Meski IHSG telah mengalami pemulihan dari titik terendah pada Juni, UOB Kay Hian menilai kenaikan tersebut masih lebih banyak didorong sentimen dibandingkan perbaikan fundamental.
Optimisme terhadap reformasi kebijakan, meredanya kekhawatiran regulasi, ekspektasi positif terkait MSCI, serta penurunan risiko geopolitik menjadi katalis penguatan pasar.
Namun, penguatan berkelanjutan masih membutuhkan bukti konsistensi pelaksanaan kebijakan dan stabilitas ekonomi makro.
Menurut UOB Kay Hian, sejumlah risiko masih menjadi perhatian investor, terutama tekanan fiskal, pelemahan rupiah, risiko inflasi, serta kekhawatiran terhadap rasio pembayaran utang pemerintah setelah adanya prospek negatif dari lembaga pemeringkat Fitch Ratings dan Moody's Ratings.