UOB Kay Hian menilai kebijakan likuiditas Bank Indonesia (BI) melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan kebijakan penyaluran kredit yang lebih selektif masih membatasi ruang pertumbuhan.
"Re-rating sektor perbankan secara signifikan membutuhkan kembalinya likuiditas ke ekonomi riil, didukung oleh tekanan fiskal yang lebih rendah dan kondisi pendanaan yang lebih akomodatif," tulis UOB.
Untuk jangka menengah, UOB Kay Hian menetapkan target IHSG akhir 2026 di level 7.500. Target tersebut menggunakan asumsi valuasi 12 kali PE 2026 atau rata-rata tiga tahun terakhir, dengan proyeksi pertumbuhan laba sebesar 8,3 persen.
Strategi yang disarankan adalah melakukan akumulasi secara selektif melalui portofolio yang seimbang antara sektor perbankan, komoditas, dan saham defensif.
Beberapa saham pilihan UOB Kay Hian antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Astra International Tbk (ASII), BBCA, BMRI, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).