Israel menetapkan status darurat dan sejumlah negara menutup wilayah udara, memperbesar risiko gangguan pasokan energi global.
Menurut NH Korindo, konflik yang terjadi membenarkan peningkatan premi risiko untuk emas serta saham-saham perusahaan minyak.
Selain itu, Selat Hormuz sebagai jalur vital distribusi minyak dunia dinilai menjadi titik krusial yang dapat memicu lonjakan biaya logistik.
NH Korindo memperkirakan tarif angkut Very Large Crude Carrier (VLCC) akan melanjutkan tren kenaikan tajam seiring meningkatnya risiko pengiriman. Kondisi ini berpotensi menjadi katalis bagi emiten tanker minyak seperti BULL, SOCI, HUMI, dan GTSI.
Senada, BRI Danareksa Sekuritas dalam laporan Weekly Stocks menilai eskalasi ini mendorong sentimen risk-off global.