“Peringatan MSCI mengenai potensi penurunan ke Frontier Market datang sebagai kejutan, baik bagi kami maupun pasar,” ujar Chetan, dilansir dari Bloomberg, Senin (2/2).
Ia menjelaskan, sikap positif Nomura sebelumnya didasarkan pada valuasi relatif yang menarik, harapan stabilisasi ekonomi dan laba korporasi, serta ekspektasi pasar yang rendah setelah periode kinerja yang berkepanjangan.
Pada saat itu, kombinasi pasar saham dan nilai tukar dinilai menawarkan profil risiko-imbal hasil yang menarik bagi investor yang bersabar.
Namun, meningkatnya risiko investabilitas, ditambah potensi arus keluar dari dana pasif (passive funds), mendorong Nomura mengambil sikap lebih berhati-hati terhadap prospek saham Indonesia ke depan. (Aldo Fernando)