sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

UBS Proyeksi 2026 Jadi Tahun Transisi Bagi Pasar Minyak, Begini Alasannya

Market news editor Febrina Ratna Iskana
12/01/2026 07:32 WIB
Harga minyak kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan sepanjang tahun ini, mengingat pasokan yang lebih besar dari permintaan.
UBS Proyeksi 2026 Jadi Tahun Transisi Bagi Pasar Minyak, Begini Alasannya. (Foto: iNews Media Group)
UBS Proyeksi 2026 Jadi Tahun Transisi Bagi Pasar Minyak, Begini Alasannya. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Harga minyak kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan sepanjang tahun ini, mengingat pasokan yang lebih besar dari permintaan.

Meski begitu, UBS menilai 2026 sebagai periode transisi untuk komoditas ini karena surplus secara bertahap menyempit untuk mencari keseimbangan harga di kemudian hari.

Seperti dikutip dari Investing, Senin (12/1/2026), analis memperkirakan harga minyak mentah Brent rata-rata USD62 per barel dan WTI AS USD58 per barel, dengan pemodelan surplus yang lebih besar dari perkiraan yang dapat mencapai sekitar 1,9 juta barel per hari, seperti pada 2020.

Surplus diperkirakan akan mencapai puncaknya pada kuartal pertama, mendorong harga Brent turun hingga sekitar USD60 per barel, setelah itu pasar diperkirakan akan membaik sepanjang sisa tahun ini.

Perbedaan utama dibandingkan periode kelebihan pasokan sebelumnya adalah arah pergerakannya. Meskipun surplus utama tetap besar, diperkirakan akan menyusut sepanjang 2026, sehingga harga akan stabil setelah kuartal pertama dan mulai pulih karena fokus investor beralih ke kapasitas cadangan yang terbatas.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement