IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam pada Senin (2/2/2026), seiring berlanjutnya tekanan jual pada saham-saham konglomerat berkapitalisasi besar.
Tekanan pasar kian meningkat karena investor mencermati sentimen negatif menyusul peringatan MSCI pekan lalu terkait isu investability atau kelayakan investasi pasar saham Indonesia, khususnya menyangkut transparansi struktur kepemilikan publik (free float).
Di sisi lain, otoritas saat ini tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk merespons dan mengatasi persoalan tersebut.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 15.01 WIB, IHSG terkoreksi tajam 5,32 persen ke 7.886,10. Nilai transaksi mencapai Rp23,87 triliun dan volume perdagangan 40,78 miliar saham.
Sebanyak 768 saham turun, hanya 49 saham yang naik, dan 141 sisanya stagnan.
Saham-saham konglomerat pun tumbang, bahkan banyak yang jatuh hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) 15 persen.