AALI
9800
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
785
ACES
1485
ACST
300
ACST-R
0
ADES
1685
ADHI
1105
ADMF
8175
ADMG
165
ADRO
1180
AGAR
436
AGII
1100
AGRO
995
AGRO-R
0
AGRS
308
AHAP
73
AIMS
366
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
488
AKRA
3120
AKSI
800
ALDO
795
ALKA
244
ALMI
244
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/04/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
475.19
-1.04%
-5.00
IHSG
5993.24
-0.75%
-45.08
LQ45
892.79
-1.08%
-9.77
HSI
28621.92
-1.76%
-513.81
N225
28508.55
-2.03%
-591.83
NYSE
0.00
-100%
-16107.56
Kurs
HKD/IDR 1,867
USD/IDR 14,505
Emas
832,144 / gram

Siap-Siap Investor! Anak Usaha Jasa Marga Siap IPO

MARKET NEWS
Rina Anggraeni/Sindonews
Senin, 08 Maret 2021 13:15 WIB
PT Trans Jawa Toll Road sedang bersiap-siap untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).
Siap-Siap Investor! Anak Usaha Jasa Marga Siap IPO. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Perusahaan pengelola tol nasional, PT Jasa Marga mengungkapkan sedang mempersiapkan salah satu anak usahanya, yakni PT Trans Jawa Toll Road untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO). Informasi itu disampaikan langsung oleh Direktur Keuangan PT Jasa Marga (Persero), Donny Arsal.

"Trans Jawa Toll Road kami siapkan untuk IPO. Saat ini prosesnya masih menunggu waktu yang tepat dari sisi valuasi," kata Donny dalam video virtual, Senin (8/3/2021).

Donny menjelaskan, kapasitas Trans Jawa Toll Road yang saat ini sudah mampu menangani 14 ruas jalan tol dari wilayah Barat ke Timur Pulau Jawa, akan terus berupaya untuk mengoptimalisasi dan mengefisiensikan kinerja keuangannya. 

Sehingga, lanjut Donny, apabila nantinya saham Trans Jawa Toll Road itu sudah dijual kepada publik, maka hal itu akan mampu memberikan hasil yang optimal secara valuasi khususnya bagi perusahaan itu sendiri.

"Soal valuasinya berapa, saat ini kami masih menghitung ulang. Mestinya angkanya cukup signifikan karena ada 14 ruas rol yang di spin-off ke dalam Trans Jawa Sub Holding," ujar Donny.

Mengenai kapan rencana IPO itu akan direalisasikan, Donny mengatakan langkah dan proses persiapannya masih akan dilakukan dalam waktu satu atau dua tahun ke depan.

Hal itu menurutnya sekaligus untuk memastikan progres penanganan pandemi Covid-19, yang diharapkan bisa segera mereda dengan adanya program vaksinasi yang saat ini masih digencarkan oleh pemerintah.

"Mudah-mudahan COVID-19 mereda, dan revenue kami kembali normal. Karena nantinya valuasi itu akan berdasarkan pada revenue dan cashflow dari sub-holding," ujarnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD