AALI
10000
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
825
ACES
1425
ACST
254
ACST-R
0
ADES
1640
ADHI
1050
ADMF
8000
ADMG
162
ADRO
1185
AGAR
414
AGII
1035
AGRO
880
AGRO-R
0
AGRS
545
AHAP
68
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
256
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
560
AKRA
3130
AKSI
755
ALDO
815
ALKA
240
ALMI
236
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.85
-1.35%
-6.35
IHSG
5833.86
-1.76%
-104.49
LQ45
869.49
-1.52%
-13.44
HSI
28194.09
0.59%
+166.49
N225
27824.83
-0.92%
-259.64
NYSE
16415.36
1.45%
+233.76
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,280
Emas
850,841 / gram

Siap-siap Investor! BNI Tebar Dividen Rp820,1 Miliar

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Senin, 29 Maret 2021 18:06 WIB
RUPST Bank Negara Indonesia (BBNI) setuju untuk membagikan dividen sebesar 25 persen dari laba bersih tahun buku 2020, atau sekitar Rp820,1 miliar.
Siap-siap Investor! BNI Tebar Dividen Rp820,1 Miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) setuju untuk membagikan dividen sebesar 25 persen dari laba bersih tahun buku 2020, atau sekitar Rp820,1 miliar. Sebanyak 60 persen di antaranya, atau sebanyak Rp492,58 miliar disetorkan ke rekening kas umum negara.

Direktur Utama Bank BNI, Royke Tumilaar, menjelaskan, dividen bagian publik atas kepemilikan 40 persen saham senilai Rp327,52 miliar akan diberikan kepada pemegang saham sesuai dengan kepemilikannya masing-masing. Direksi Perseroan dengan hak substitusi akan menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen tahun buku 2020 sesuai dengan ketentuan. 

"Sedangkan, sebanyak 75 persen dari laba bersih tahun lalu atau senilai Rp2,46 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan," ujar Royke dalam video conference, Senin (29/3/2021).

Royke menambahkan, Perseroan telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk mempertahankan kinerja dalam kondisi yang sulit saat ini. "Selain itu, para pemegang saham mendukung sepenuhnya berbagai kebijakan strategis yang diambil pada 2021 dalam menghadapi tantangan dan dinamika bisnis yang cepat," kata dia.

Adapun kebijakan-kebijakan strategis itu adalah pertama, meningkatkan kualitas kredit melalui perbaikan manajemen risiko. Kedua, meningkatkan digital capability dalam memenuhi kebutuhan nasabah. Ketiga, meningkatkan ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Keempat, meningkatkan CASA dan FBI melalui peningkatan transaksi. Kelima, optimalisasi jaringan dan bisnis Internasional dengan memperkuat kerja sama partnership. Keenam, optimalisasi Kontribusi Perusahaan Anak dan Ketujuh, Optimalisasi HC dalam mendukung bisnis bank. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD